Ceriwis

Asik banget, Jepang bagi-bagi rumah gratis karena ini

Mungkin agak sedikit aneh saat kamu membaca judul di atas, masa sih ada negara yang mau dengan mudah bagi-bagi rumah? Yap, kejadian ini memang terjadi di Negeri Matahari Terbit. Di saat penduduk di negara kita berlomba menjual rumah dengan harga meroket, Jepang malah menawarkan hunian dengan harga terjangkau, bahkan ada yang gratis alias cuma-cuma.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu solusi pemerintah karena banyaknya rumah terbengkalai yang tidak ditempati di sana. Melansir Dream.co dari New Zealand Herald, hingga sekarang jumlah rumah terbengkalai dan kosong di Jepang ditaksir mencapai 10 juta unit. Penasaran kan bagaimana hal ini bisa terjadi? Mari kita simak bersama penyebabnya, yuk!

Hunian murah Jepang [Sumber gambar]

Penyebab pertama, banyaknya penduduk berusia tua di Jepang menyebabkan masalah baru. Misalnya banyak rumah di perkotaan dan pedesaan yang kosong karena ditinggal pemiliknya. Hal ini tentu menyebabkan banyak properti seperti tempat tinggal menjadi terbengkalai. Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian pemerintah Jepang. Sebagai solusinya, dibuatlah sebuah situs bernama ‘Bank Akiya’ yang memajang rumah murah bahkan gratis.

Faktor kedua, pemilik rumah sudah malas mengurus huniannya tersebut karena sudah banyak kerusakan di sana sini akibat bencana alam. Rumah-rumah yang seperti inilah kemudian masuk dalam Bank Akiya. Bagi mereka yang mau menempati, tak perlu membeli, hanya dengan dengan membayar pajak dan biaya administrasi (untuk komisi agen) saja, seseorang sudah bisa tinggal di sana. Lalu, bagaimana dengan kerusakan yang ada?

Salah satu rumah kosong [Sumber gambar]

Mengenai segala macam jenis kerusakan rumah, pemilik sendiri yang harus merenovasi dan membenahi bagian-bagian yang sudah tidak layak huni. Untungnya, pemerintah setempat –terutama di daerah kawasan Tochigi dan Nagano menawarkan subsidi untuk merenovasi rumah kosong tersebut. Sehingga dengan adanya bantuan pemerintah, rakyat yang mau membeli juga tidak terlalu terbebani.

Alasan ketiga, beberapa sumber menyebutkan bahwa rumah itu ditinggalkan karena ada unsur mistisnya. Dengan stigma yang melekat tersebutlah, masyarakat rela menjual murah hunian yang mereka punya dan mencari tempat tinggal baru. Selain itu, dilansir hai.grid.id, ada sekitar 40.000 lokasi rumah hantu di berbagai lokasi karena berbagai hal, antara lain karena penghuninya bunuh diri. Karena banyak penduduk yang terkenal sangat individualis, maka siapapun yang meninggal kadang tidak ada yang mengetahui. Sehingga rumah tersebut disebut sebagai rumah hantu.

Jikko Buken, salah satu rumah hantu di Jepang [Sumber gambar]

Nah, selain dibagikan kepada penduduk yang mencari rumah murah, hunian ini nantinya akan dibagi-bagi ruangannya guna dijadikan hotel menyambut Olimpiade 2020 mendatang. dilansir dari Grid.id, seperti yang sudah diperkirakan, Olimpiade 2020 diperkirakan akan kurang kapasitas penampungan. Padahal tamu asing yang datang sedikitnya diperkirakan 300.000 orang saat Olimpiade dan Paralympic diselenggarakan tahun 2020.

So, itulah penyebabnya mengapa ada banyak sekali rumah tak bertuan di Negeri Sakura ini. Ada harga ada rupa, baiknya sebelum membeli teliti dulu, apakah memang akan amanjika hunian tersebut kamu tinggali, atau sebaliknya akan membuat tidak nyaman dan resah.

Newsmaker

Add comment