Ceriwis

Fakta-fakta SD Eibar, Tim sepakbola yang menggilas Real Madrid

Bagi pencinta bola kabar dikalahkan Real Madrid dengan telak oleh SD Eibar tentu menjadi kabar yang mengejutkan. Apalagi hasil manis yang diperoleh klub semenjana Negeri Matador ini tercipta dengan skor telak 3-0. Tak ayal berkat hal tersebut mantan kesebelasan Cristiano Ronaldo menjadi tim besar yang kini kehilangan kehormatannya. Masih tentang SD Eibar, di balik capaian fantastis dalam sejarah Tim ternyata menyimpan sebuah aksi untuk Indonesia

Berkampaye dengan ‘orang’ Papua dalam Yayasan Uni Papua, mereka menyuarakan pesan bertuliskan Football For Peace Indonesia. Melansir Detik.com, apa yang dilakukan oleh kesebelasan besutan José Luis Mendilibar ini juga bentuk dukungan terhadap mereka yang menjadi korban bencana alam gempa dan Tsunami di Palu. Lantas siapa sebenarnya kesebelasan ini? Temukan jawabannya di ulasan berikut ini.

Kesebelasan yang sudah berdiri sebelum Indonesia Merdeka

Sebagai sebuah Tim SD Eibar bisa dikatakan merupakan kesebelasan yang sudah berdiri dalam waktu yang lama. Bahkan sebelum Indonesia mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, klub daerah Basque ini sudah ada. Dari penelusuran penulis SD Eibar berdiri pada 30 November 1940.

Aksi pemain Eibar [Sumber Gambar]

Selama 78 tidak banyak prestasi yang telah dicapai klub identik biru tua dan merah tersebut. Berkat kondisi tersebut kategori sebagai sebuah tim medioker melekat pada diri mereka. Kemenangan atas Real Madrid yang sempat dicacatkan beberapa waktu lalu, juga jadi prestasi terbaik atas tim Ibukota Spanyol setelah bertahun-tahun.

Banyak berkiprah di kasta kedua kompetisi Spanyol

Selain menjadi klub aki-aki, kesebelasan ini juga banyak habiskan kiprahnya di kompetisi kasta kedua tanah Matador. Tercatat, SD Eibar sudah sebelas tahun berkutat di Segunda Division. Baru di musim 2013-2014 mereka mampu untuk pertama kalinya lolos ke La Liga. Selama berkutat di sana tidak banyak trofi yang berhasil direngkuhnya.

Pemain Eibar [Sumber Gambar]

Menurut beberapa data yang didapatkan oleh Ceriwis, mereka baru menjadi juara di melenium baru adalah ketika mampu masuk kembali ke kompetisi teratas Liga Spanyol seperti dijelaskan tadi. Muramnya performa klub ini dalam pecaturan sepak bola Spanyol juga sempat membuat mereka masuk ke divisi ketiga dan alami beberapa masalah financial.

Mempunyai stadion yang unik menyatu dengan alam

Meski tidak mempunyai capaian bagus di sepak bola, satu hal yang mungkin bisa dibanggakan oleh SD Eibar adalah tentang markas klub mereka. Bernamakan Municipal De Ipurua, stadion klub sudah berdiri 78 tahun menjadi salah satu yang indah di tanah Spanyol. Hal ini lantaran terlihat menyatu dengan alam dengan diapit pegunungan.

Stadion Eibar [Sumber Gambar]

Selain hal tersebut dua hotel yang nongol menjadi perpaduan pas antara bangunan modern dan alam. Municipal De Ipurua konon kabarnya menjadi saksi bisu dimulai perjalanan tim di jagad sepak bola. Stadion ini tergolong kecil dengan kapasitas tempat duduk hanya mencapai 7083 kursi. Kendati kecil, namun sudah standar FIFA.

Kesebelasan yang sempat mempunyai pemain Asia dalam skuadnya

Kalau banyak klub Spanyol memilih pemain asing dari negara Eropa lain atau Amerika Latin. Berbeda dengan SD Eibar, mereka memilih slot punggawa luar Spanyol-nya dengan pesepakbola asal Asia. Pemain Benua Kuning yang sempat menghiasi skuadnya adalah Takashi Inui. Pemain Jepang tersebut memperoleh 88 pertandingan selama berseragam Eibar.

Takashi Inui [Sumber Gambar]

Takashi sendiri memperkuat klub bermarkas di Municipal De Ipurua selama tiga musim yakni dimulai pada 2015-2018. Sekarang kariernya dilajutkan dengan membela klub Spanyol lain yakni Real Betis. Hadirnya Inui juga sedikit membuktikan kalau pemain Asia juga bisa bersaing di kompetisi Benu Biru.

Melihat beberapa fakta tadi memang tidak salah kalau banyak orang ramai kala mereka berhasil mengulung Real Madrid. Tapi terlepas dari hal itu, kita patut memberikan respect yang tinggi untuk mereka yang telah peduli dengan kejadian-kejadian alam yang ada di Indonesia.

 

Newsmaker

Add comment