Ceriwis

Pasokan XMR Akan Habis Tertambang Pada 2022, Tail Emission merupakan Solusi berikutnya

Market Crypto mengalami siklus bearish tahun ini, tak luput dengan koin privasi Monero (XMR) juga mengalami musim bearish, namun ada rahasia dibalik XMR yang terlihat sangat kuat dengan banyaknya permintaan jika kita lihat dari segi jangka panjangnya atau long-term.

Menurut MoneroBlocks.info, XMR yang telah berhasil ditambang sebanyak 16.644.199 unit dengan total pasokan 18,4 juta XMR diseluruh dunia. Menurut perhitungan tanggal 31 Mei 2022 seluruh pasokan XMR sudah berhasil ditambang semua, dan seluruh pasokan XMR akan mulai beredar diseluruh dunia. Hal ini juga akan menandai awal periode pasokannya yang baru, dikelola pada tingkat 0,3 XMR per menit, yang berarti Monero merupakan sebuah token yang tidak akan pernah kehabisan pasokan. Whitepaper mereka mengacu pada keseluruhan proses ini yang disebut dengan Tail Emission.

Sebagaimana dijelaskan, hingga Tail Emission ini mulai berlaku, hadiah blok Monero akan terus berkurang secara berturut-turut. Hadiah blok saat ini pada blok Monero adalah sekitar 3,44 XMR. Pada tahun 2022 nanti, akan mencapai 0,6 XMR per block, setelah itu akan tetap sama.

Para ahli Monero percaya bahwa Tail Emission ini nantinya dapat membuat blockchain Monero lebih menarik bagi komunitas mining atau penambangan, karena itu akan memberi mereka insentif atau pemasukan yang konstan bahkan setelah mencapai sirkulasi 100%. Selain itu, mereka mempertahankan bahwa insentif yang berkelanjutan akan membuat blockchain Monero lebih aman secara jangka panjangnya.

Favoritisme datang di tengah keterbatasan mekanisme insentif Bitcoin. Saat ini, masalah blockchain desentralisasi terkemuka di dunia memberikan imbalan blok yang lebih tinggi kepada penambangnya untuk menjaga jaringan agar tetap aman dan berjalan. Blok juga cukup terbatas untuk berjalan karena tersandung biaya, yang berarti transaksi dengan biaya tertinggi akan dikerjakan lebih cepat sementara yang dengan biaya rendah dipaksa untuk keluar atau mengalami kendala bahkan tidak diproses.

Yang kita tahu, reward blok Bitcoin memang diprogram untuk turun. Pada 2040, 99,8% dari total pasokan Bitcoin akan tertambang, dan sisanya 0,2% akan tertambang selama 100 tahun ke depan. Jadi, bitcoin harus bergantung pada biaya transaksi on-chain atau kontrak jaminan dominan untuk menjaga keamanannya. Pada saat yang sama, solusi off-chain kemungkinan akan membahayakan rencana bitcoin, karena mereka tidak membutuhkan penambang lagi jika hal tersebut diterapkan.

Bahkan jika solusi off-chain gagal, hanya argumen lho ya, itu bisa menghasilkan blockchain yang aman namun dengan biaya transaksi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pada akhirnya dapat mengurangi utilitas dan adopsi Bitcoin ke tingkat yang signifikan.

Setelah Mei 2022, industri crypto akan memiliki pandangan yang jelas untuk menciptakan solusi bagi proyek-proyek blockchain mereka. Tail Emission digunakan untuk menghindari masalah keamanan rantai/chain, konsep ini sudah melewati proses uji coba dan terbukti baik – Monero bisa menjadi solusi jangka panjang.

Gambar diambil dari oracletimes

Newsmaker

Add comment